Ketidaksetaraan gender dalam edukasi masih menjadi masalah besar di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara terbelakang. Meski Artikel 10 pada Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women) menyatakan bahwa semua wanita memiliki hak yang sama seperti pria dalam pendidikan, realitas yang ada tidak merefleksikan hal tersebut. Di Indonesia sendiri, hukum menyatakan bahwa semua anak seharusnya memiliki akses ke pendidikan. Namun, masih ada ketimpangan antara laki-laki dan perempuan terkait pendidikan di Indonesia. Ketidaksetaraan gender dalam pendidikan masih sangat memengaruhi perempuan dan wanita di daerah yang lebih terbelakang. Di daerah-daerah ini, kemungkinan untuk peremouan untuk putus sekolah sekolah lebih besar dibandingkan dengan laki-laki. Karena ini, kemungkinan perempuan untuk menggapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi menjadi lebih sulit.
Kekurangan yang Dihadapi Wanita dengan Tingkat Pendidikan Rendah
Tingkat pendidikan rendah bagi perempuan akan memengaruhi banyak aspek hidup mereka, baik sekarang maupun di masa depan. Karena tingkat pendidikan, wanita hanya bisa mendapatkan pekerjaan yang memerlukan keterampilan rendah, di mana pekerjaan-pekerjaan ini biasanya akan eksploitatif, tidak stabil, dengan gaji yang rendah. Hal-hal ini mempersulit para wanita untuk memutuskan rantai kemiskinan, karena gaji mereka hanya akan cukup untuk kehidupan sehari-hari.
Dampak negatif lainnya adalah bahwa tingkat pendidikan yang rendah ini akan menghambat pertumbuhan wanita, terutama di negara-negara berkembang. Di berbagai negara berkembang, pendidikan bisa mengurangi kemungkinan pernikahan anak bagi perempuan. Ini berarti perempuan bisa terus melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan pendidikan mereka, daripada menikah dini. Di berbagai negara, perempuan dilarang melanjutkan pendidikan mereka karena mereka hamil, atau banyak perempuan yang putus sekolah karena pernikahan.
Manfaat Edukasi bagi Perempuan
Memberikan pendidikan yang sesuai kepada perempuan dapat memberikan mereka lebih banyak kesempatan dibandingkan sebelumnya. Tingkat pendidikan yang tinggi dapat membuka banyak pintu baru bagi wanita, dibandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan eksploitatif yang tidak akan menguntungkan mereka ke depannya. Mereka bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi dan keuntungan yang bisa membantu memutuskan rantai kemiskinan. Ini berarti wanita dapat berkontribusi lebih kepada ekonomi, baik di rumah maupun di skala yang lebih besar.
Aspek penting lainnya dari edukasi yang setara untuk wanita adalah pembangunan komunitas yang lebih baik dan lebih sehat. Wanita berpendidikan sering kali akan menikah di usia yang lebih tua, yang berarti akan mengurangi kemungkinan kelahiran pertama yang berbahaya bagi ibu dan juga anak. Mereka juga akan membuat keputusan yang lebih berdasar terkait kesehatan dan nutrisi untuk diri mereka sendiri dan untuk anak-anak mereka, yang akan membantu menurunkan angka kematian pada anak dan wanita.
Salah satu usaha dari KOMIt Foundation dalam mempromosikan kesetaraan gender adalah melalui program Y30 yang menargetkan pelajar dari latar belakang rentan, berpenghasilan rendah, minoritas, dan terpinggirkan. Dari beasiswa ini, penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan uang kuliah dari semester dua sampai semester delapan. Beasiswa ini diharapkan dapat membantu pelajar-pelajar dari latar belakang rentan untuk fokus pada pembelajaran mereka tanpa harus khawatir akan kondisi finansial mereka.
Reference
https://equity-ed.net/global-advantages-of-female-education/
https://malala.org/girls-education#mrwvdf4l
https://eastasiaforum.org/2024/09/04/roadblocks-to-gender-equality-remain-in-indonesian-schools/
https://equity-ed.net/global-advantages-of-female-education/